Apa itu kalkulator hasil jagung?
Kalkulator hasil jagung memperkirakan berapa bushel biji yang akan dihasilkan satu acre jagung, berminggu-minggu sebelum mesin pemanen masuk ke lahan. Kalkulator ini memakai metode komponen hasil, perkiraan pra-panen yang diterbitkan oleh layanan penyuluhan universitas pertanian AS seperti Purdue University dan Iowa State University. Metodenya bertumpu pada gagasan sederhana: hasil biji suatu lahan adalah jumlah tongkol yang berdiri di satu acre, dikali jumlah biji yang dibawa tiap tongkol, dibagi berapa banyak biji yang diperlukan untuk mengisi satu bushel. Hitung dua yang pertama di lahan, asumsikan nilai untuk yang ketiga, dan Anda punya angka hasil yang bisa ditindaklanjuti.
Petani memakai perkiraan itu untuk mengunci penjualan biji, menakar penyimpanan dan pengeringan, merencanakan logistik panen, serta menyelesaikan urusan asuransi tanaman atau bagi hasil dengan pemilik lahan — keputusan yang jauh lebih mudah diambil pada Agustus daripada ditebak pada Oktober.
Bagaimana cara kerja kalkulatornya?
Masukkan tiga angka:
- Tongkol per acre — tongkol yang dapat dipanen di satu acre. Dalam praktiknya, hitung tongkol pada sepanjang baris yang setara 1/1.000 acre, lalu kalikan dengan 1.000.
- Rata-rata biji per tongkol — dari sampel tongkol yang representatif, hitung baris biji di sekeliling janggel dan biji di sepanjang satu baris, kalikan keduanya, lalu rata-ratakan beberapa tongkol. Abaikan biji ujung yang kecil dan gugur yang tidak akan terisi.
- Faktor bobot biji — jumlah biji yang diperlukan untuk membentuk satu bushel jagung baku seberat 56 pon (25,4 kg). Nilai bakunya adalah 90.000. Nilai ini tidak tetap: pada tahun yang panas dan kering, biji tetap kecil dan ringan, sehingga diperlukan lebih banyak (95.000–110.000) untuk mengisi satu bushel, sedangkan pengisian biji yang sejuk dan cukup air menghasilkan biji berat dan faktor yang lebih rendah (75.000–85.000).
Kalkulator mengalikan jumlah tongkol dengan biji per tongkol dan membaginya dengan faktor, lalu menampilkan perkiraan hasil dalam bushel per acre (bu/acre).
Karena faktor adalah sebuah asumsi, perlakukan hasilnya sebagai rentang, bukan satu angka pasti yang dijamin. Menjalankan jumlah tongkol dan biji yang sama melalui faktor rendah (biji berat) dan faktor tinggi (biji ringan) membatasi hasil yang wajar Anda harapkan.
Rumus
Dengan tongkol per acre , rata-rata biji per tongkol , dan faktor bobot biji (biji per bushel), perkiraan hasil dalam bushel per acre adalah:
Masukan dikalikan dan dibagi secara langsung, sehingga perkiraan berskala secara jelas: jumlah tongkol yang 10 % lebih baik atau jumlah biji yang 10 % lebih tinggi masing-masing menaikkan perkiraan sebesar 10 %, pengisian biji yang lebih berat (faktor lebih kecil) menaikkannya, dan pengisian yang lebih ringan (faktor lebih besar) menurunkannya.
Contoh soal
Contoh 1: tegakan yang rapat
Sebuah lahan memiliki 32.000 tongkol yang dapat dipanen per acre dan rata-rata 500 biji per tongkol, dan Anda memakai faktor baku 90.000 biji:
Itu setara sekitar 178 bu/acre — panen jagung yang kuat.
Contoh 2: tegakan yang lebih jarang
Lahan yang lebih jarang punya 30.000 tongkol per acre dengan rata-rata 480 biji masing-masing, lagi-lagi pada faktor 90.000:
Perkiraannya 160 bu/acre. Tongkol yang lebih sedikit dan lebih pendek bersama-sama menarik lahan yang sama jauh di bawah Contoh 1.
Contoh 3: seberapa besar pengaruh faktor
Ambil lahan 32.000 tongkol, 500 biji dari Contoh 1 dan ubah hanya faktor bobot biji. Jika pengisian biji tertekan dan biji tetap ringan, faktor 95.000 memberi:
Sebaliknya, jika pengisiannya sangat baik dan bijinya berat, faktor 80.000 memberi:
Jumlah tongkol dan biji yang sama membentang dari 168 hingga 200 bu/acre semata-mata karena asumsi bobot — itulah sebabnya faktor layak dipikirkan sebanyak penghitungannya.
Catatan praktis
- Perkirakan belakangan, perkirakan sering. Penghitungan paling andal begitu biji terbentuk dan mulai terisi (fase susu hingga adonan, kira-kira R3–R5). Sebelum itu, biji ujung yang tampak ada masih bisa gugur; setelah kematangan fisiologis, biji sudah terkunci.
- Ambil sampel secara luas. Satu titik bukanlah satu lahan. Ambil penghitungan tongkol dan biji di beberapa lokasi yang representatif lalu rata-ratakan, lewati baris tepi, titik yang tergerus air, dan jalur yang luar biasa bagus di sepanjang pagar, kecuali jika cukup luas untuk ditimbang tersendiri.
- Hitung 1/1.000 acre untuk tongkol. Ukur panjang baris yang setara seperseribu acre untuk jarak baris Anda — 17 ft 5 in (5,3 m) untuk baris 30 inci (76 cm), 34 ft 10 in (10,6 m) untuk baris 15 inci (38 cm) —, hitung tongkol di dalamnya, lalu kalikan dengan 1.000.
- Batasi faktor. Alih-alih memercayai 90.000, hitung dengan faktor biji ringan dan biji berat untuk memperoleh perkiraan rendah dan tinggi. Kebenaran biasanya jatuh di antara keduanya, dan rentang itu memberi tahu seberapa besar cuaca masih menentukan.
- Kenali acre. Perkiraan ini per acre, jadi luas lahan yang akurat sama pentingnya dengan penghitungan. Jika Anda tidak yakin berapa acre yang sedang digarap, kalkulator acreage mengubah dimensi lahan menjadi acre, dan kalkulator benih rumput menerapkan cara berpikir per luas yang sama untuk sebuah halaman.