Konstruksi

Kalkulator Lampu Downlight

Pengaturan
Atur ulang
Bagikan hasil
Simpan
Sematkan
Laporkan bug

Bagikan kalkulator

Tambahkan kalkulator gratis kami ke situs web Anda

Sumber

Harap masukkan URL yang valid. Hanya URL HTTPS yang didukung.

Gaya

Warna fokus pinggiran input, warna kotak switch yang dicentang, warna hover item yang dipilih dll.

Lanjutan

Harap setujui Syarat Penggunaan.

Prévisualisation

Simpan kalkulator

Pengaturan Kalkulator

Harap masukkan nilai dalam rentang yang diperbolehkan.

Harap masukkan nilai dalam rentang yang diperbolehkan.

Harap masukkan nilai dalam rentang yang diperbolehkan.

Harap masukkan nilai dalam rentang yang diperbolehkan.

Bagikan kalkulator

Apa itu kalkulator lampu downlight?

Kalkulator lampu downlight memberi tahu Anda berapa banyak lampu tanam — downlight atau lampu sorot plafon — yang dibutuhkan sebuah ruangan persegi panjang, dan berapa jarak pemasangannya agar cahaya jatuh merata. Anda memasukkan panjang dan lebar ruangan serta tinggi plafon, lalu kalkulator menghasilkan jarak antar lampu, jarak dari dinding ke baris pertama, dan jumlah lampu di sepanjang setiap sisi.

Menyusun tata letak sebelum melubangi plafon itu penting, karena lubangnya permanen. Lampu yang terlalu rapat menciptakan titik terang berlebih dan memboroskan biaya; lampu yang terlalu renggang meninggalkan area gelap di antara genangan cahaya. Grid yang didasarkan pada tinggi plafon memberi sapuan cahaya yang merata di seluruh lantai.

Bagaimana cara kerjanya?

Kalkulator ini menerapkan aturan praktis yang dipublikasikan dalam panduan penerapan lampu downlight. Aturannya sengaja dibuat sederhana, karena hanya bergantung pada satu ukuran: tinggi plafon HH.

Jarak antar lampu. Jarak antara dua lampu bertetangga kira-kira setengah tinggi plafon:

S=H2S = \frac{H}{2}

Jadi plafon 8 ft membutuhkan grid 4 ft, dan plafon 10 ft membutuhkan grid 5 ft. Plafon yang lebih tinggi menjauhkan lampu dari lantai, sehingga kerucut cahayanya jatuh lebih lebar dan lampu yang lebih sedikit serta lebih renggang sudah cukup menerangi ruangan yang sama.

Jarak dari dinding. Baris pertama diletakkan setengah sel grid dari dinding, agar lampu terluar tidak menempel ke dinding:

D=S2=H4D = \frac{S}{2} = \frac{H}{4}

Jumlah lampu. Setiap sisi ruangan dibagi dengan jarak antar lampu lalu dibulatkan ke jumlah lampu terdekat, dengan batas bawah satu, supaya ruangan mungil pun tetap mendapat cahaya. Untuk ruangan dengan panjang LL dan lebar WW:

NL=max(1,round(LS))NW=max(1,round(WS))N_L = \max\left(1, \operatorname{round}\left(\frac{L}{S}\right)\right) \qquad N_W = \max\left(1, \operatorname{round}\left(\frac{W}{S}\right)\right)

Lampu disusun sebagai grid persegi panjang, jadi totalnya adalah hasil kali kedua angka tersebut:

N=NL×NWN = N_L \times N_W

Semua masukan dan kedua hasil jarak dapat dimasukkan atau dibaca dalam ft/in maupun m/cm — kalkulator mengonversi secara internal, sehingga gridnya menggambarkan ruangan yang sama, satuan apa pun yang Anda pakai.

Contoh perhitungan

1. Ruang keluarga 16 ft kali 12 ft dengan plafon 8 ft. (4,88 m kali 3,66 m, plafon 2,44 m.) Jarak antar lampu adalah 8/2=48 / 2 = 4 ft (1,22 m) dan baris pertama berada 4/2=24 / 2 = 2 ft (0,61 m) dari dinding. Sepanjang sisi panjang: 16/4=416 / 4 = 4 lampu; sepanjang sisi lebar: 12/4=312 / 4 = 3 lampu. Ruangan ini memakai grid 4×34 \times 3, atau 12 lampu downlight.

2. Ruangan 20 ft kali 12 ft dengan plafon lebih tinggi, 10 ft. (6,10 m kali 3,66 m, plafon 3,05 m.) Plafon yang lebih tinggi melebarkan grid menjadi 10/2=510 / 2 = 5 ft (1,52 m), dengan baris pertama 2,5 ft (0,76 m) dari dinding. Sepanjang sisi panjang: 20/5=420 / 5 = 4 lampu. Sepanjang sisi lebar: 12/5=2.412 / 5 = 2.4, yang dibulatkan menjadi 2 lampu. Totalnya 4×2=84 \times 2 = 8 lampu — ruangan lebih besar daripada contoh pertama, tetapi lampunya empat lebih sedikit, karena tambahan tinggi plafon yang menyebarkan cahayanya.

3. Ruangan 6 m kali 4 m dengan plafon 2,4 m. Jarak antar lampu adalah 2.4/2=1.22.4 / 2 = 1.2 m dan jarak dari dinding 0,6 m. Sepanjang sisi panjang: 6/1.2=56 / 1.2 = 5 lampu; sepanjang sisi lebar: 4/1.2=3.334 / 1.2 = 3.33, yang dibulatkan menjadi 3. Hasilnya grid 5×35 \times 3, atau 15 lampu.

Catatan praktis

  • Ini adalah tata letak pencahayaan umum, bukan desain fotometrik. Aturan setengah tinggi plafon mengandaikan downlight rumahan biasa yang memberi cahaya ambien merata. Lampu dengan sudut sorot sempit, plafon yang sangat tinggi, atau ruangan yang butuh cahaya kerja di atas meja kerja semuanya menuntut grid yang lebih rapat — atau perhitungan pencahayaan sungguhan dari data fotometrik pabrikan.
  • Periksa balok plafon sebelum mengunci grid. Jarak yang secara matematis ideal sering menempatkan lampu tepat di atas balok plafon. Menggeser lampu beberapa sentimeter untuk menghindari rangka hampir tidak mengubah cahaya dan jauh lebih mudah daripada membongkar penghalangnya.
  • Jauhkan lampu dari dinding, jangan mengarahkannya ke dinding. Jarak dari dinding ada agar lampu menerangi ruangan, bukan membuat lengkungan cahaya di dinding. Kalau Anda memang ingin menyorot lukisan atau cerobong batu, itu adalah baris terpisah lampu wall washer yang dipasang jauh lebih dekat ke dinding — biasanya 18–30 in (45–75 cm) — sebagai tambahan atas grid umum di atas.
  • Bulatkan demi simetri. Grid yang benar-benar rata terlihat lebih baik daripada grid yang minimal secara matematis. Jika hasilnya menyisakan celah yang janggal, menambah satu lampu per baris agar polanya simetris terhadap garis tengah ruangan biasanya sepadan.
  • Pikirkan juga sisa pekerjaan ruangan. Ukur luas plafon dengan kalkulator luas, perkirakan papan gipsum yang akan Anda lubangi dengan kalkulator drywall, dan hitung lapisan akhirnya dengan kalkulator cat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa jarak lampu downlight untuk plafon 8 ft? Sekitar 4 ft (1,22 m), dengan baris pertama kira-kira 2 ft (0,61 m) dari dinding. Itulah aturan setengah tinggi plafon.

Berapa lampu downlight yang saya butuhkan untuk ruangan 12 kali 12? Dengan plafon 8 ft, jaraknya 4 ft, jadi 12/4=312 / 4 = 3 lampu di tiap arah — grid 3×33 \times 3, atau 9 lampu.

Apakah plafon yang lebih tinggi berarti lampunya lebih banyak? Tidak — biasanya justru lebih sedikit. Lampu yang lebih tinggi melemparkan genangan cahaya yang lebih lebar, sehingga grid yang disarankan membesar dan luas lantai yang sama butuh lampu lebih sedikit, seperti terlihat pada contoh 1 dan 2. Yang dibutuhkan plafon tinggi adalah lumen lebih besar per lampu, karena cahayanya menempuh jarak lebih jauh.

Laporkan bug

Bidang ini wajib diisi.