Apa itu bilangan heksadesimal?
Bilangan heksadesimal adalah bilangan yang diekspresikan dalam basis 16, menggunakan angka 0-9 untuk mewakili nilai nol hingga sembilan, dan huruf A-F untuk mewakili nilai sepuluh hingga lima belas. Sistem heksadesimal banyak digunakan dalam komputasi dan elektronik digital karena menyediakan representasi nilai biner yang kompak dan mudah dibaca manusia.
Sebagai contoh, dalam sistem heksadesimal:
- Bilangan desimal 10 direpresentasikan sebagai A.
- Bilangan desimal 15 direpresentasikan sebagai F.
- Bilangan desimal 255 direpresentasikan sebagai FF.
Setiap digit heksadesimal mewakili empat digit biner (bit), yang membuat konversi antara biner dan heksadesimal menjadi sangat mudah. Kalkulator ini memungkinkan pengguna untuk melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian langsung dalam bentuk heksadesimal tanpa harus secara manual mengonversi antara sistem desimal dan heksadesimal.
Cara kerja kalkulator
Kalkulator heksadesimal ini menyederhanakan operasi aritmatika dengan bilangan heksadesimal dengan mengikuti tiga langkah utama:
- Konversi ke desimal (basis 10) – Setiap masukan heksadesimal dikonversi ke padanan desimalnya.
- Operasi aritmatika – Penjumlahan, pengurangan, perkalian, atau pembagian dilakukan pada bilangan desimal.
- Konversi kembali ke heksadesimal (basis 16) – Nilai desimal hasil konversi kembali ke notasi heksadesimal.
Kalkulator dapat menangani beberapa masukan secara bersamaan, yang memungkinkan pengguna melakukan operasi dengan dua, tiga, atau lebih bilangan heksadesimal sekaligus.
Sebagai contoh, operasi 1A + F + 5 dalam heksadesimal melibatkan tiga bilangan dan akan menghasilkan hasil heksadesimal yang benar dalam satu langkah.
Jika Anda perlu mengonversi bilangan ke sistem bilangan heksadesimal, gunakan konverter heksadesimal.
Konversi langkah demi langkah
Contoh 1: Penjumlahan heksadesimal
Lakukan penjumlahan dalam heksadesimal.
Langkah 1. Konversi ke desimal:
Langkah 2. Lakukan penjumlahan dalam desimal:
Langkah 3. Konversi hasil ke heksadesimal:
| Pembagian | Hasil bagi bulat | Sisa |
|---|---|---|
| 41 ÷ 16 | 2 | 9 |
| 2 ÷ 16 | 0 | 2 |
Jadi hasil heksadesimal adalah .
Contoh 2: Pengurangan heksadesimal
Hitung dalam heksadesimal.
Langkah 1. Konversi ke desimal:
Langkah 2. Lakukan pengurangan dalam desimal:
Langkah 3. Konversi ke heksadesimal:
| Pembagian | Hasil bagi bulat | Sisa |
|---|---|---|
| 50 ÷ 16 | 3 | 2 |
| 3 ÷ 16 | 0 | 3 |
Jadi hasil heksadesimal adalah .
Hasil:
Contoh 3: Perkalian heksadesimal
Hitung dalam heksadesimal.
Langkah 1. Konversi ke desimal:
Langkah 2. Kalikan dalam desimal:
Langkah 3. Konversi ke heksadesimal:
| Pembagian | Hasil bagi bulat | Sisa |
|---|---|---|
| 50 ÷ 16 | 3 | 2 |
| 3 ÷ 16 | 0 | 3 |
Jadi hasil heksadesimal adalah .
Contoh 4: Pembagian heksadesimal
Hitung dalam heksadesimal.
Langkah 1. Konversi ke desimal:
Langkah 2. Lakukan pembagian dalam desimal:
Langkah 3. Konversi bagian bulat dan desimal ke heksadesimal:
Bagian bulat .
Bagian desimal
| Perkalian | Hasil | Sisa |
|---|---|---|
| 0.5 × 16 | 8 | 0 |
Jadi hasil heksadesimal adalah .
Tabel konversi
| Hex | Desimal | Biner |
|---|---|---|
| 0 | 0 | 0000 |
| 1 | 1 | 0001 |
| 2 | 2 | 0010 |
| 3 | 3 | 0011 |
| 4 | 4 | 0100 |
| 5 | 5 | 0101 |
| 6 | 6 | 0110 |
| 7 | 7 | 0111 |
| 8 | 8 | 1000 |
| 9 | 9 | 1001 |
| A | 10 | 1010 |
| B | 11 | 1011 |
| C | 12 | 1100 |
| D | 13 | 1101 |
| E | 14 | 1110 |
| F | 15 | 1111 |
Fakta menarik tentang heksadesimal
- Prefiks “0x” sering digunakan untuk menunjukkan nilai heksadesimal dalam bahasa pemrograman (misalnya,
0xFF). - HTML dan CSS menggunakan kode heksadesimal untuk mewakili warna; misalnya,
#FFFFFFadalah putih dan#000000adalah hitam. - Alamat memori dalam sebagian besar sistem komputer direpresentasikan dalam format heksadesimal karena sesuai dengan data biner.
- Pada komputer awal, heksadesimal membantu programmer membaca dan memperbaiki kode mesin biner lebih mudah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana cara menambahkan beberapa bilangan heksadesimal seperti 1A + 2F + 3B?
Konversi setiap nomor ke desimal:
1A = 26, 2F = 47, 3B = 59.
Jumlahkan: 26 + 47 + 59 = 132.
Konversi kembali: 132 ÷ 16 = hasil bagi 8 sisa 4 → 84₁₆.
Hasil: 84.
Apakah bilangan heksadesimal dapat memiliki bagian pecahan?
Ya. Bilangan pecahan heksadesimal menggunakan pangkat negatif dari 16.
Contoh: .
Bagaimana cara mengonversi bilangan heksadesimal besar seperti ABCD ke desimal?
Kembangkan:
Jadi hasil desimalnya adalah .