Matematika

Kalkulator Faktorisasi Prima

Pengaturan
Atur ulang
Bagikan hasil
Simpan
Sematkan
Laporkan bug

Bagikan kalkulator

Tambahkan kalkulator gratis kami ke situs web Anda

Harap masukkan URL yang valid. Hanya URL HTTPS yang didukung.


Gunakan sebagai nilai default untuk kalkulator yang dibenamkan apa yang saat ini ada dalam bidang input kalkulator di halaman.


Warna fokus pinggiran input, warna kotak switch yang dicentang, warna hover item yang dipilih dll.


Harap setujui Syarat Penggunaan.

Prévisualisation

Simpan kalkulator

Pengaturan Kalkulator

Harap masukkan nilai dalam rentang yang diperbolehkan.

Harap masukkan nilai dalam rentang yang diperbolehkan.

Harap masukkan nilai dalam rentang yang diperbolehkan.

Harap masukkan nilai dalam rentang yang diperbolehkan.

Bagikan kalkulator

Apa itu kalkulator faktorisasi prima?

Kalkulator faktorisasi prima mengambil sebuah bilangan bulat dan menuliskannya kembali sebagai hasil kali bilangan prima. Bilangan prima adalah bilangan bulat lebih besar dari 1 yang pembaginya hanya 1 dan dirinya sendiri, seperti 2, 3, 5, 7, dan 11. Setiap bilangan bulat lebih besar dari 1 adalah bilangan prima atau dapat ditulis sebagai hasil kali bilangan prima yang unik — hasil yang dikenal sebagai Teorema Dasar Aritmetika. Kalkulator ini melakukan penguraian tersebut untuk Anda dan menampilkan faktor-faktornya sebagai angka yang dihubungkan dengan tanda perkalian, misalnya 60=2×2×3×560 = 2 \times 2 \times 3 \times 5.

Karena hasilnya hanya berupa angka dan simbol perkalian, hasilnya terbaca sama di setiap bahasa.

Bagaimana cara kerjanya?

Kalkulator ini menggunakan pembagian percobaan, metode faktorisasi yang paling langsung. Dimulai dari bilangan prima terkecil, kalkulator membagi bilangan tersebut secara berulang dengan setiap calon pembagi selama pembagiannya tepat, lalu beralih ke calon berikutnya:

  1. Tetapkan pembagi d=2d = 2.
  2. Selama bilangan tersebut habis dibagi dd, catat dd sebagai faktor dan bagi bilangan tersebut dengan dd.
  3. Tambah dd dan ulangi. Anda hanya perlu menguji pembagi hingga akar kuadrat dari bilangan tersebut, karena jika d×dd \times d melebihi sisa yang ada, nilai sisanya itu sendiri adalah prima.
  4. Jika ada sesuatu yang lebih besar dari 1 yang tersisa di akhir, itu juga merupakan faktor prima.

Dalam bentuk rumus, hasilnya adalah hasil kali

n=p1×p2××pkn = p_1 \times p_2 \times \cdots \times p_k

di mana setiap pip_i adalah prima dan bilangan prima diurutkan dari terkecil hingga terbesar, dengan pengulangan ditampilkan secara eksplisit.

Contoh soal

  • 12 dibagi 2 menghasilkan 6, lalu dibagi 2 lagi menghasilkan 3, yang merupakan prima. Jadi 12=2×2×312 = 2 \times 2 \times 3.
  • 60 dibagi 2 menghasilkan 30, dibagi 2 lagi menghasilkan 15, lalu dibagi 3 menghasilkan 5, yang merupakan prima. Jadi 60=2×2×3×560 = 2 \times 2 \times 3 \times 5.
  • 17 tidak memiliki pembagi hingga akar kuadratnya (sekitar 4,12), sehingga merupakan prima dan faktorisasinya hanyalah 1717.
  • 100 dibagi 2 dua kali menghasilkan 25, lalu dibagi 5 dua kali menghasilkan 1. Jadi 100=2×2×5×5100 = 2 \times 2 \times 5 \times 5.

Catatan praktis

  • Masukan terkecil adalah 2, karena 0, 1, dan bilangan negatif tidak memiliki faktorisasi prima. Memasukkan 1 atau membiarkan kolom kosong menghasilkan hasil yang kosong.
  • Faktor yang berulang dicantumkan satu per satu daripada sebagai pangkat, sehingga 100 muncul sebagai 2×2×5×52 \times 2 \times 5 \times 5 alih-alih 22×522^2 \times 5^2.
  • Faktorisasi prima adalah dasar untuk menemukan faktor persekutuan terbesar dan kelipatan persekutuan terkecil dari dua bilangan: ambil bilangan prima yang sama-sama dimiliki untuk FPB, dan gabungkan semua bilangan prima untuk KPK. Untuk melihat setiap pembagi suatu bilangan, bukan hanya bilangan primanya, gunakan kalkulator faktor.

Laporkan bug

Bidang ini wajib diisi.