Fisika

Kalkulator watt ke volt

Pengaturan
Atur ulang
Bagikan hasil
Simpan
Sematkan
Laporkan bug

Bagikan kalkulator

Tambahkan kalkulator gratis kami ke situs web Anda

Harap masukkan URL yang valid. Hanya URL HTTPS yang didukung.


Gunakan sebagai nilai default untuk kalkulator yang dibenamkan apa yang saat ini ada dalam bidang input kalkulator di halaman.


Warna fokus pinggiran input, warna kotak switch yang dicentang, warna hover item yang dipilih dll.


Harap setujui Syarat Penggunaan.

Prévisualisation

Simpan kalkulator

Pengaturan Kalkulator

Harap masukkan nilai dalam rentang yang diperbolehkan.

Harap masukkan nilai dalam rentang yang diperbolehkan.

Harap masukkan nilai dalam rentang yang diperbolehkan.

Harap masukkan nilai dalam rentang yang diperbolehkan.

Bagikan kalkulator

Apa itu kalkulator watt ke volt?

Kalkulator watt ke volt menghitung tegangan suatu rangkaian, diukur dalam volt, dari daya listrik yang dikonsumsinya dalam watt dan arus yang mengalir melaluinya dalam ampere. Daya menggambarkan berapa banyak energi yang digunakan sebuah perangkat setiap detik, arus menggambarkan berapa banyak muatan yang bergerak melalui konduktor, dan tegangan menggambarkan “tekanan” listrik yang mendorong muatan itu. Ketika Anda sudah mengetahui daya terukur dan arus yang diukur, alat ini memberikan tegangan tanpa perhitungan manual.

Bagaimana cara kerjanya?

Daya listrik adalah hasil kali tegangan dan arus, sehingga P=V×IP = V \times I. Menyusun ulang hubungan itu untuk mencari tegangan menghasilkan rumus yang digunakan kalkulator ini:

V=PIV = \frac{P}{I}

dengan VV adalah tegangan dalam volt (V), PP adalah daya dalam watt (W), dan II adalah arus dalam ampere (A). Arus harus lebih besar dari nol, karena pembagian dengan nol tidak terdefinisi, dan rangkaian tanpa arus tidak memiliki tegangan yang bisa dipulihkan dari daya saja.

Cara menggunakan

  1. Masukkan daya perangkat dalam watt.
  2. Masukkan arus yang mengalir melalui rangkaian dalam ampere.
  3. Kalkulator langsung menampilkan tegangan dalam volt. Hasilnya hanya muncul ketika kedua nilai tersedia dan arus tidak nol.

Contoh terselesaikan

Misalkan sebuah beban menarik 120 watt sambil membawa arus 10 ampere. Tegangan di sepanjangnya adalah:

V=120 W10 A=12 VV = \frac{120 \text{ W}}{10 \text{ A}} = 12 \text{ V}

Beban yang lebih besar berdaya 1000 watt yang membawa 5 ampere berada pada tegangan yang lebih tinggi:

V=1000 W5 A=200 VV = \frac{1000 \text{ W}}{5 \text{ A}} = 200 \text{ V}

Untuk perangkat kecil yang hanya menggunakan 60 watt pada arus rendah 0,5 ampere, tegangannya adalah:

V=60 W0.5 A=120 VV = \frac{60 \text{ W}}{0.5 \text{ A}} = 120 \text{ V}

Catatan praktis

Hubungan ini berlaku langsung untuk rangkaian DC dan untuk beban AC yang murni resistif. Untuk beban AC reaktif seperti motor dan transformator, faktor daya juga berpengaruh, dan tegangan menjadi volt = watt ÷ (ampere × faktor daya). Jika sebaliknya Anda mengetahui tegangan dan ingin mencari arus, gunakan kalkulator watt ke ampere di https://www.mega-calculator.com/id/physics/watts-to-amps/, dan untuk arah sebaliknya mencari daya dari tegangan dan arus, kalkulator volt ke watt di https://www.mega-calculator.com/id/physics/volts-to-watts/ melakukan perkaliannya untuk Anda.

FAQ

Mengapa hasilnya menghilang saat saya memasukkan 0 ampere?

Membagi daya dengan arus nol tidak memiliki jawaban yang bermakna, sehingga kalkulator menyembunyikan hasilnya sampai Anda memasukkan arus lebih besar dari nol.

Dapatkah saya menggunakan ini untuk daya AC?

Ya untuk beban AC yang murni resistif. Untuk beban reaktif Anda harus menyertakan faktor daya, jika tidak tegangan yang dihitung akan terlalu rendah dibandingkan tegangan RMS yang sebenarnya.

Laporkan bug

Bidang ini wajib diisi.